30 Agustus 2018, 00:00 WIB / oleh Agus Yulianto / Dilihat 315 Kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Jasa Sarana dan DPRD Jabar mendorong Pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) pembangunan seksi I dan II, disegerakan pemerintah. Menurut Direktur Keuangan PT Jasa Sarana yang merupakan BUMD milik Pemprov Jabar, Indrawan Sumantri, pihaknya sebagai afiliasi di Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) saat ini sedang menggarap seksi III Sumedang-Cimalaka sepanjang 4,05 kilometer. 

“Sampai saat ini kami berkomitmen mendorong infrastruktur strategis ini,” ujar Indrawan kepada wartawan di Bandung, Rabu petang (29/8).

Indrawan menjelaskan, dalam proyek ini, pihaknya mendorong percepatan lewat keikutsertaan PT Jabar Bumi Konstruksi yang tergabung dalam PT CKJT dengan saham 10 persen. Namun, percepatan di porsi BUJT akan percuma jika Pusat tidak segera mendorong penyelesaian di seksi Cileunyi-Sumedang.

 ”Jangan sampai CKJT keasyikan membangun seksi 3 dan selanjutnya, tapi kurang peduli terhadap upaya percepatan solusi penyelesaian Seksi 1 dan 2 yang merupakan milik Pemerintah,” paparnya.

Indriawan mengatakan, sejak 2006, PT Jasa Sarana sendiri merupakan inisiator pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, dengan total panjang 60,1 km yang terbagi menjadi 6 seksi pembangunan. Sebagai afiliasi Jasa Sarana, PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) melakukan pembangunan pada seksi 3 (sumedang-cimalaka 4,05 km), seksi 4 (cimalaka-legok 8,20 km), seksi 5 (legok-ujung jaya 14,9 km) dan seksi 6 (ujung jaya-dawuan 6,07 km).

Menurut Direktur Investasi PT Jasa Sarana, Ayi Mohamad Sudrajat, sampai saat ini, pihaknya berkomitmen mendukung kemajuan pembangunan infrastruktur strategis ini. Sekaligus, mendorong anak perusahaan, yakni PT Jabar Bumi Konstruksi untuk ikut andil dalam pembangunan

Anggota Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady memint, agar target percepatan Tol Cisumdawu bisa tepat jadwal. Namun, yang menjadi masalah adalah porsi pemerintah di seksi I dan II masih dibelit persoalan pembebasan lahan yang lambat.

“Seksi I dan II 28 km dikerjakan oleh pusat semua. Lahan baru 30 persen tahap satu eksisting, lahan mentok terutama diJatinangor yang sampe saat ini belum beres,” katanya.

Sementara seksi III-VI yang menjadi porsi BUJT sepanjang 33,22km, menurut Daddy, masih membutuhkan dana sekitar Rp 8 triliun di luar pembebasan lahan. Namun dari sisi lahan khususnya seksi III dinilai lebih optimal untuk menggenjot pengerjaan fisik. “Lahan udah 99 persen fisik mulai dikerjakan,” katanya.

Daddy mengatakan, meskipun seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang enam kilometer sudah hampir selesai dan tahun depan bisa dibuka, tapi bisa dikhawatirkan berpengaruh pada kelaikan tol.  “Dewan minta jangan sampai tahap dua ini pekerjaan selesai tapi belum bisa beroperasi. Jadi kan sayang kalau dilewati kendaraan berat, jalan dua tahun masih laik operasi nggak?” katanya.

https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/08/30/pe9j27396-tol-cisumdawu-porsi-pemerintah-harus-segera-dibangun